Tampilkan postingan dengan label SOASIAL BUDAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SOASIAL BUDAYA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Juli 2011

Unsur-unsur Seni Rupa


Unsur-unsur Seni Rupa
Bagi sekelompok orang yang memandang sesuatu secara holistik mungkin tidak akan tertarik pada pembahasan tentang unsur, oleh karena unsur merupakan bagian terkecil dari sesuatu yang membentuk kesatuan sistem. Bagi kelompok ini akan lebih tertarik pada prinsip-prinsipnya, apakah karya seni rupa itu secara keseluruhan enak di lihat atau tidak. Namun bagi kelompok atau orang yang berfikiran prakmatis, formal, atau struktural akan mengatakan enak tidaknya suatu karya Seni Rupa itu dinikmati adalah adanya unsur-unsur yang membentuknya.
Untuk kepentingan analisis atau kritik seni pembahasan unsur Seni Rupa atau lebih lazim disebut sebagai Unsur Rupa atau Unsur Desain memang perlu dilakukan beberapa sumber, terkadang menyebut unsur rupa berbeda, akan tetapi dapat ditarik kesimpulan pada dasarnya unsur rupa adalah Garis, Raut, Warna, Tekstur, Ruang dan Gelap Terang.
A. GARIS
Garis merupakan unsur yang paling elementer di bidang Seni Rupa. Dengan hanya meletakkan posisi mata pensil di atas kertas dan selanjutnya digerakkan, maka jejak mata pensil itu akan menghasilkan garis. Oleh karenanya ada yang menyatakan bahwa garis adalah hubungan dua buah titik atau jejak titik-titik yang bersambungan atau berdempetan. Oleh karena itu garis dapat muncul secara rapi atau dapat juga muncul bergigi, bintik-bintik dan sebagainya, arah garis dapat menimbulkan garis lurus, garis lengkung, garis zig-zag. dan garis dapat berposisi tegak, datar, dan melintang.
B. RAUT
Raut adalah tampang, potongan, bentuk suatu objek. Raut dapat terbentuk dari unsur garis yang melingkup dengan keluasan tertentu sehingga membentuk bidang. Raut juga berarti perwujudan atau perawakan dari suatu objek, dalam hal ini raut berarti bangun, atau dalam pengertian lain raut sering dipahami atau dikenal sebagai bentuk atau bidang. Penampilan raut dapat berujud sebagai (1) Raut Geometris, seperti segi tiga, segi empat, lingkaran. (2) Raut Organik atau Biomorfis seperti raut yang terbentuk dari lengkungan-lengkungan bebas. (3) Raut Bersudut berarti raut yang terbentuk dengan banyak sudut atau berkontur garis zig-zag. (4) Raut Tak Beraturan, adalah jenis raut yang terbentuk secara kebetulan seperti tumpahan cat atau semburan cat dan sebagainya.
C. WARNA
Warna merupakan unsur rupa yang memberikan nusansa bagi terciptanya karya seni, dengan warna dapat ditampilkan karya seni rupa yang menarik dan menyenangkan. Melalui berbagai kajian dan eksperimen, jenis warna diklasifikasi ke dalam jenis Warna Primer, Warna Sekunder, Warna Tersier.
Warna Primer adalah warna yang tidak diperoleh dari pencampuran warna lain, warna pokok atau dengan kata lain warna yang terbebas dari unsur warna-warna lain. seperti ( merah, kuning, biru ).
Warna Sekunder adalah merupakan pencampuran dari dua warna Primer. misalnya warna biru campur warna kuning jadi warna hijau, warna biru campur warna merah jadi warna ungu atau violet, warna merah campur warna kuning jadi warna orange.
Warna Tersier Adalah pencampuran dari dua warna sekunder.
D. TEKSTURE
Tekstur adalah sifat atau kualitas nilai raba dari suatu permukaan, oleh karena itu tekstur bisa halus, licin, kasar, berkerut, dan sebagainya. Dalam tekstur visual boleh jadi kesan yang di tangkap oleh mata itu kasar akan tetapi sesungguhnya halus atau sebaliknya. Kita dapat menentukan halus kasarnya suatu permukaan juga dapat merasakan kualitas permukaan antara kertas, kain, kaca, batu, kayu. Sedangkan pada tektur semu kesan yang di tangkap oleh mata tidak sama dengan kesan yang di tangkap oleh perabaan.
E. RUANG
Dalam bidang seni rupa, unsur ruang adalah unsur yang menunjukkan kesan keluasan, kedalaman, cekungan, jauh dan dekat. Dua bidang yang sama jenisnya misalnya lingkaran, akan memberikan kesan yang berbeda jika ukuran ke dua lingkaran itu berbeda. Lingkaran besar akan memberi kesan luas sedangkan lingkaran kecil akan memberi kesan sempit. Jika ke dua lingkaran itu berimpit akan memberi kesan dekat akan tetapi jika diatur berjarak akan memberi kesan ruang yang jauh.
F. GELAP TERANG
Gelap terang berkaitan dengan cahaya, artinya bidang gelap berarti tidak kena cahaya dan yang terang adalah yang kena cahaya. Goresan pensil yang keras dan tebal akan memberi kesan gelap sementara goresan pensil yang ringan-ringan akan memberi kesan lebih terang. Gelap terang dalam gambar dapat dicapai melalui teknik arsir yaitu teknik mengatur jarak atau tingkat kerapatan suatu garis atau titik, semakin rapat akan menghasilkan kesan semakin gelap demikian sebaliknya.
Selanjutnya pemahaman tentang Prinsip-prinsip Seni Rupa masuk di link ini

Doa adalah Nafasku


Berdoa adalah nafas dari kehidupan manusia. coba saja kalau kamu tidak percaya jangan berdoa saat masalah menghimpit dan mengrogoti hidupmu, misalnya ketika susah cari kerja, pacar, tidak punya uang, kepingin punya baju baru dalam semua hal ini pasti manusia akan berdoa untuk mendapatkannya. Kalau tidak berdoa maka manusia sering kali kelihatan seperti orang yang tidak bernafas dan ingin mati saja, ingin bunuh diri, tidak berharga, kecewa dan sakit hati. coba saja ketika mengalami semua itu masuk dalam dimensi doa dari hidupmu, maka kamu akan mendapatkan dan akan diselimuti atmosfer yang membuat kamu legah tanpa beban seolah anda menghirup udara segar dan hidup di dunia yang berbeda dari sebelumnya.

Lukisan ini di koleksi oleh Pak Harry Wijaya, Penulis buku CLIMBER ( kehidupan pelayanan Bpk. Ev. Daniel Alexander). tinggal di Jakarta.

PORNOGRAPY, Apakah Dilahirkan atau Diciptakan?

 Haaaaaaa.....porno atau pornogrphy? wa gelih ku mendengarnya. Tapi ini sangat berbahaya bagi generasi kita maka dengan serius harus ditanggapi dan dibicarakan. karena pornography itu sebuah produk bukan sesuatu yang dilahirkan lalu sejak lahir itu pula dibiarkan untuk berkembang biak dan meperanakannya lagi.

Bila mengingat kembali penciptaan awal, Tuhan menciptakan Adam dan Hawa sebagai manusia pertama, diceritakan mereka bukan telanjang atau penjunjung porno alias pornography tetapi mereka kedapatan telanjang di taman yang indah bernama Firdaus, itu pun buah pikir setan yang berkamuflase jadi ular dengan menawarkan pohon pengetahuan kehidupan yang buahnya boleh dimakan dan tidak. Setelah mereka makan buah itu maka saat itulah manusia itu jatuh tertipu dan jatuh dalam dosa.

Karena ketakutan maka akhirnya kedua manusia awal itu bersembunyi dibalik semak ketika Tuhan memanggil mereka. Disaat pencipta mereka memanggil, kedua manusian awal itu diam saja karena malu didapati telanjang oleh pencipta mereka. Akhirnya mereka salahkan setan yang berkamuflase menjadi ular yang mengoda itu dan selanjutnya mereka saling tuduh menuduh dan saling mempersalahkan satu dengan yang lainnya.

Maka tidak salah apabila setiap produk hukum yang dibuat hanya untuk saling mempersalahkan satu dengan yang lainya. Bahkan juga untuk menghukum, mendiskriminasi sampai akhirnya mengisolasikan manusia lain. Dan melalui hokum pornografi menggangap manusia lain itu tidak beradap. Itulah salah satu kamuflase bisa berbahaya dari ular tersebut yang menjelama pada jaman yang katanya beradab ini.

Jadi apakah porno atau pornography itu diajarkan, diwariskan dan diturunkan? Atau apakah Tuhan menciptakan manusia itu bersama ketelanjangan sebagai keindahan yang harus dipamerkan dan ditontongkan sebagai satu bentuk karya?. Pencipta alam semesta dan manusia tidak pernah menciptakan manusia itu telanjang bahkan orang tua mana sih yang akan membiarkan anak hidup dalam ketelanjangan?. Ketelanjangan adalah buahian dari keinginan, keserakaan dan hawa nafsu kedagingan.

Mari kita berkarya dengan cara yang benar karena keindahan tidak hanya bersembunyi didalam alat kelamin yang di tunjukkan melalui karya-karya itu . keindahan yang terletak dialam semesta ini sangat luas dan banyak. mari kita berkarya berdasarkan nilai-nilai estetis yang dikoridor dan diilhami dengan nilai moral, etika dan kebenaran.

Masalah orang Bali dan Papua yang telanjang itu bukan produk tetapi karena keadaan jaman dahulu. buktinya orang Bali sekarang bukan telanjang lagi tetapi semua berpakaian. Tetapi lain hal lagi dengan keberadaan ketelanjangan orang Papua sekarang adalah sebuah produk Indonesia atas ketidak seriusan membangun Papua yang mana bukan hanya manusia Papua yang telanjang tetapi semua lini kehidupan orang Papua adalah dibuat telanjang oleh sistem Indonesia.

Maka manusia bisa menjadikan semua yang telah terjadi itu sebagai redaman pengalaman estetik maupun nonestetik. Maka setiap orang khususnya pribadi saya tidak akan berkamuflase menjadi apapun dan menjadi siapapun untuk menciptakan karya seni sebagai pencipta karya seni rupa. Karena siapun yang berkamuflase menjadi ular berlida cabang itu, pasti manusia yang licik yang menjatuhan derajat manusia lainnya. Dan merenggut hak-hak privasi kaum yang termarginalkan oleh suatu aturan ataupun produk-produk hukum yang belakangan ini marak.

ellya alexander tebay

Penulis adalah pemerhati dinamika kehidupan seni, sosial budaya dan pariwisata.